Tips Sederhana Mengukur Kebutuhan PK dan Memilih AC di Rumah

Posted on
56 / 100

Kebutuhan AC semakin meningkat, sekarang sudah banyak jenis AC di pasaran dengan menonjolkan kelebihannya masing-masing. Tapi sebelum kita membeli AC perlu kita pertimbangan biaya yang dibutuhkan. AC atau pengatur suhu udara menjadi salah satu alat yang dapat digunakan untuk membuat ruangan di rumah Anda menjadi sejuk. Berbeda dengan kipas angin, AC dinilai jauh lebih efektif memberikan kesejukan di rumah Anda.

Tips Sedehana Mengukur Kebutuhan PK dan Memilih AC di Rumah

Jika kipas angin hanya bisa mengalirkan dan memusatkan udara yang ada di satu ruangan saja, AC justru dapat membuat udara itu menjadi lebih dingin dengan menggunakan teknologi pendingin.

Sebelum membeli AC, Anda pasti akan menemukan istilah Paard Kracht atau PK. PK dapat juga disebut sebagai horsepower atau tenaga dari AC tersebut. Jika ingin memasang AC di rumah, penting bagi Anda untuk mengetahui berapa kebutuhan PK untuk ukuran luas bangunan atau ruangan di rumah.

Mengukur Kebutuhan PK AC

Arsitek Ogie Hartantyo membagikan tips dan cara sedehana mengukur kebutuhan PK AC di rumah. Hal pertama yang mesti dilakukan adalah menghitung luas bangunan rumah Anda untuk mengetahui berapa besar British Thermal Unit (BTU) atau daya pendingin AC, daya listrik dan PK Kompressor AC yang dibutuhkan. Dia mencontohkan, sebuah ruangan mezzanine berukuran dua lantai dengan luas bangunan 4 x 5 meter persegi. Dibutuhkan 500 BTU per hour (BTU/h) untuk setiap satu meter perseginya. Dengan rumus BTU = 4 x 5 x 2 x 500, maka hasil yang didapat adalah 20.000 BTU.

Karena kebutuhannya adalah 20.000 BTU maka sebaiknya menggunakan AC dengan 2 hingga 2,5 PK. Hal itu didasarkan pada penghitungan koefisien PK ke BTU/h yaitu 2 PK setara dengan 18.000 BTU/h. Berapa Unit AC yang dibutuhkan? Ogie menuturkan, untuk memenuhi kebutuhan 2 PK AC ini dapat menggunakan satu atau bahkan lebih dari dua unit AC. Hanya, pilihan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Ogie menilai penggunaan AC dengan lebih dari satu unit jauh lebih efisien dalam konsumsi listriknya. “Kalo bicara efisiensi penggunaan listrik, lebih efisien jika AC-nya dipisah-pisah,” ujar dia. Misalnya dua unit AC dengan masing-masing 1 PK akan menghasilkan 840 Watt per unitnya, maka total Watt yang dihasilkan adalah sebesar 1.680 Watt listrik. Namun 1 unit AC dengan besaran 2 PK akan membutuhkan total sebesar 1.920 Watt listrik.

Sementara itu dari sisi harga pembelian 2 unit AC ternyata jauh lebih boros dibandingkan 1 unit AC. Jika dihitung 2 unit AC dengan masing-masing 1,5 PK saja, total nilainya sebesar Rp 7,4 juta, sementara 1 unit AC dengan besaran 1 PK senilai Rp 4 juta. “Selisihnya Rp 3,4 juta. Belum lagi outdoor unit-nya ada dua. Jadi lebih repot mengaturnya. Servis juga terpisah, isi freon masing-masing juga,” jelas Ogie. Namun demikian, Ogie menekankan, perhitungan ini tetap lebih irit. Selisih Rp 3,4 juta akan kembali apabila diakumulasikan dengan selisih Watt dalam penggunaan bertahun-tahun. “Tapi berapa tahun? Ya tergantung daya rumah kita berapa watt, dan tergantung pemakaian AC juga,” lanjutnya.

Faktor Eksternal

Ogie menyebut, masih terdapat faktor eksternal lain yang memengaruhi kebutuhan PK AC untuk sebuah ruangan. Faktor tersebut adalah jumlah manusia yang ada di ruangan, bukaan jendela, panas matahari, ketinggian bangunan, dan faktor lainnya. Makin banyak manusia makin panas ruangannya. Karenanya, Ogie mengingatkan, hitungan di atas adalah hitungan untuk rumah tinggal. “Kalo kebutuhan untuk ruang serba guna atau ballroom, akan berbeda karena termasuk dalam ranah mekanikal dan elektrikal (ME). PK dan faktor eksternal sangat berpengaruh. Tapi saya tidak bisa hitung secara presisi faktor-faktor tersebut,” tutur Ogie. Namun yang pasti, kata Ogie, jika ingin mendapatkan hitungan presisi dalam pengukuran thermal, pemilik rumah harus benar-benar melakukan kajian ruangan. Dengan menghitung terlebih dahulu kebutuhan PK AC berdasarkan luas bangunan ruangan, setidaknya Anda dapat menghemat dan melakukan efisiensi pengeluaran untuk membayar listrik AC. “Tapi paling tidak, perbandingan daya AC dan luas ruang cukup. AC nggak tekor atau mubazir untuk mendinginkan ruangan,” imbuhnya.

Tips Memilih AC yang Tepat

Penyejuk udara / pendingin ruangan / AC memiliki berbagai macam tipe yang disesuaikan dengan fungsinya. Inilah beberapa tips memilih AC yang tepat untuk rumah Anda sehingga nyaman ditinggali dan pengeluaran listrik tidak terlalu boros.

  1. Tentukan luas ruangan
    Ukur luas ruangan yang akan dipasangi AC. Hal ini bertujuan untuk mengetahui berapa ukuran pk AC yang cocok untuk ruangan tersebut. Jika luas ruangan 10 meter = 0,63 pk, 14 meter = 0,88 pk, 18 meter = 1,13 pk, 24 meter = 1,50 pk, 36 meter= 2,25 pk dan 48 meter =3 pk.
  2. Tentukan pk AC yang akan digunakan
    Setelah mengetahui luas ruangan tersebut, maka pilihlah AC yang memiliki pk yang tepat untuk ruangan tersebut. Secara umum, AC yang dijual di pasaran memiliki ukuran pk yaitu ½, 1, 1 ½, 2, 2 ½, 3.
  3. Tentukan tipe AC
    Selain pk, AC juga memiliki tipe dan spesifikasi lainnya yaitu tipe standar, low watt, inverter, anti virus dan bakteri, dan lainnya. Pilihlah yang tepat sesuaikan dengan kebijakan Anda apakah ingin yang menghemat listrik atau yang ingin cepat mendinginkan ruangan ataupun untuk kesehatan.
  4. Tentukan Brand
    Setiap brand / merek AC memilliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pilihlah yang sesuai dengan kebijakan Anda. Jangan lupa cek garansi dari tiap brand tersebut, apakah menawarkan garansi yang lebih menguntungkan Anda.
  5. Tentukan toko AC yang terpercaya
    Membeli di toko AC yang terpercaya akan memberikan Anda keuntungan karena produk yang dijual sudah pasti terjamin keaslian dan kualitasnya.

Tips pilih AC Bekas

Bicara tentang strategi membeli AC Bekas. AC Bekas bisa anda dapatkan dengan kualitas bagus seperti baru, asal anda tau tipsnya. Berikut ulasan cara membeli AC bekas agar jangan salah beli.

  1. Perhatikan Unit AC Outdoor
    Perhatikan apakah seluruh bagian dan unit list mesin AC Outdoor masih ada dan berfungsi dengan baik. Cek list outdoor diantaranya:
    Pastikan fisik tidak ada yang rusak
    Cek compresor masih original atau tidak
    Pastikan pres balik atau tidak
    Cek condensor apakah mengalami kebocoran atau tidak
  2. Perhatikan Unit AC Indoor
    Yang wajib anda cek dan pastikan bahwa unit-unit pada bagian mesin AC Indoor masih ada dan apakah masih berfungsi dengan baik. Diantaranya adalah:
    Cek fisik apakah ada yang cacat
    Cek evaporator apakah ada kebocoran
    Cek remote apakah ada atau tidak
    Cek conection instalation apakah ada nepel sambungannya atau tidak
    Cek apakah daya listrik mau transfer ke unit outdoor ada atau tidak.

Ciri-ciri AC Bekas yang baik adalah semua unit masih berfungsi dengan baik dan semua bagian-bagiannya masih lengkap ada dan tidak mengalami kerusakan satupun.

Tips dasar dalam membeli AC Bekas yang baik adalah sebagai berikut:

  • Kondisi bagian body atau casing AC masih mulus dan tidak karatan
  • Tidak ada bekas goresan pada AC
  • Periksa kabelnya apakah sudah terkelupas atau ada tempelan. Karena jika kabelnya rusak, bisa menyebabkan korsleting listrik dan menyebabkan unit AC rusak.
  • Kondensor tidak ada yang bocor.
  • Pastikan komresornya belum pernah diganti alias masih asli bawaanya.
  • Pada saat AC dinyalakan, pastikan semuanya masih berjalan dengan baik. Cek suaranya apakah bising atau tidak.
  • Cek apakah Remotenya ada atau tidak. Biasanya remotenya selalu ada. Pastikan bahwa tombol pada remotenya masih berfungsi dengan baik
  • Periksakan apakah ada transfer daya listrik yang mengalir ke unit outdoor. Jika tidak ada berarti AC bekasnya tidak bagus.
  • Bergaransi atau tidak. Jika ada garansinya itu lebih bagus.
  • Jika anda masih awam, sebaiknya bawalah kawan anda yang memang ahli dibidang AC. Agar anda tidak tertipu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *