Sholat Tarawih Di Rumah

Posted on
58 / 100

Sholat tarawih adalah salah satu amalan yang dianjurkan dalam bulan Ramadan yang bisa dilakukan dengan berjamaah di masjid ataupun dilakukan dirumah masing-masing. Sholat tarawih di rumah dan biasa dilakukan sesudah sholat isya di malam hari.

Sholat Tarawih Di Rumah

Mengamalkan sholat tarawih maka akan mendapatkan beberapa ganjaran, diantaranya adalah diampuni dosa-dosa kecilnya hingga mendapat syafaat karena menjalankan kebiasaan nabi Muhammad SAW.

Sholat tarawih memang diutamakan dilakukan di masjid karena melakukan salat secara berjamaah pahalanya akan dilipatgandakan sebanyak 27 kali, Namun di Ramadan tahun ini, pemerintah mengimbau masyarakat untuk sholat tarawih di rumah masing-masing. Hal ini dilakukan untuk mencegah risiko penularan virus Corona Covid-19 kian meluas.

Namun jangan khawatir mengenai pahala, pasalnya pahala yang didapatkan tak akan berkurang meski sholat tarawih dilakukan di rumah. Untuk mengamalkan sholat tarawih di rumah, maka Anda harus memahami terlebih dahulu niat, tata cara beserta do’a dzikirnya. Berikut telah dirangkum :

Niat dan Tata Cara Sholat Tarawih Sendiri di Rumah

Untuk kalian yang ingin mengerjakan sholat tarawih sendiri di rumah, berikut ini bacaan niatnya.

“USHOLLII SUNNATAT-TAROOWIIHI ROK’ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI LILLAAHI TA’ALAA.”

Artinya: “Saya niat sholat sunnah tarawih dua raka’at menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Sholat tarawih adalah ibadah sholat sunnah yang hukumnya sunnah muakkad. Sholat tarawih bisa dilakukan sendirian atau cara munfarid di rumah. Pada umumnya sholat tarawih sendiri di rumah cukup dikerjakan sebanyak 11 rakaat yang terdiri dari 8 rakaat sholat tarawih dan 3 rakaat sholat witir.

Idealnya sholat tarawih dikerjakan sebanyak 2 rakaat dengan 1 kali salam seperti sholat sunnah lainnya. Kerjakan sholat tarawih 8 rakaat dengan setiap 2 rakaat diakhiri salam seperti biasa.

Kemudian, disambung kembali dengan sholat witir yang dikerjakan 3 rakaat diakhiri 1 kali salam. Untuk tata cara sholat tarawih sendiri di rumah sebenarnya sama dengan cara mengerjakan sholat fardhu, termasuk gerakan maupun bacaannya. Hal yang membedakan tata cara sholat tarawih dari sholat fardhu terletak pada bacaan niatnya saja.

Namun agar lebih jelas, berikut tata cara sholat tarawih yang bisa kalian lakukan:

  1. Takbiratul Ihram
  2. Membaca Doa Iftitah
  3. Membaca Surat Al-Fatihah
  4. Membaca Surat Alquran
  5. Ruku’
  6. I’tidal
  7. Sujud
  8. Iftirasy (Duduk di Antara Dua Sujud)
  9. Sujud Kedua

Berdiri untuk mengerjakan rakaat yang kedua.

  1. Membaca Surat Al-Fatihah
  2. Membaca Surat Alquran
  3. Ruku’
  4. I’tidal
  5. Sujud
  6. Iftirasy (Duduk di Antara Dua Sujud)
  7. Sujud Kedua
  8. Tasyahhud Akhir
  9. Salam

Niat dan Tata Cara Sholat Witir

Jumlah rakaat sholat tarawih yang umum dikerjakan antara 8 rakaat sholat tarawih ditambah 3 rakaat sholat witir. Namun ada juga yang mengerjakan sholat tarawih 20 rakaat ditambah dengan 3 rakaat sholat witir.

Meski begitu, masing-masing dikerjakan setiap 2 rakaat dan diakhiri dengan salam. Sholat tarawih sebaiknya ditutup dengan sholat witir yang jumlah rakaatnya ganjil. Niat sholat witir bervariasi, umumnya 1 rakaat atau 3 rakaat.

Berikut ini bacaan niat sholat witir dengan 3 rakaat yang diikuti dengan 1 kali salam.

“USHALLII SUNNATAL WITRI TSALAASA ROKA’AATIN MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA’AN LILLAAHI TA’ALAA.”

Artinya : “Saya berniat sholat witir tiga rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’alaa.”

Do’a dan dzikir setelah Sholat Tarawih

Setelah menjalankan dua amalan Sunnah di atas alangkah baiknya jika ditutup dengan membaca dzikir dan doa, berikut adalah bacaan doa setelah shalat tarawih:

“Allahumma innaa nas’aluka iimaanan daaimaan, wan’asaluka qalban khaasyi’an, wanas’aluka ‘ilman naafi’an, wanas’aluka yaqiinan shaadiqon, wanas’aluka ‘amalan shaalihan, wanas’aluka diinan qayyiman, wanas’aluka khairan katsiran, wanas’alukal ‘afwa wal’aafiyata, wanas’aluka tamaamal ‘aafiyati, wanas’alukasyukra ‘alal ‘aafiyati, anas’alukal ghinaa’a ‘aninnaasi.

Allahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa washiyaamanaa waqiyaamanaa watakhusy-syu’anaa watadhorru’anaa wata’abbudanaa watammim taqshiiranaa yaa allaahu yaa allaahu yaa allaahu yaa arhamar raahimiin.

Washallallaahu ‘alaa khairi khalqihi muhammadin wa’alaa aalihi washahbihi ajma’iina, walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiina.”

Artinya: “Wahai Allah. Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu iman yang tetap, kami memohon kepada-Mu hati yang khusyu’, kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, kami memohon kepada-Mu keyakinan yang benar, kami memohon kepada-Mu amal yang shaleh, kami memohon kepada-Mu agama yang lurus, kami memohon kepada-Mu kebaikan yang banyak, kami memohon kepada-Mu ampunan dan afiat, kami memohon kepada-Mu kesehatan yang sempurna, kami memohon kepada-Mu syukur atas kesehatan, dan kami memohon kepada-Mu terkaya dari semua manusia.”

“Wahai Allah, Tuhan kami. Terimalah dari kami shalat kami, puasa kami, shalat malam kami, kekhusyu’an kami, kerendahan hati kami, ibadah kami. Sempurnakanlah kelalaian atau kekurangan kami, Wahai Allah Wahai Allah Wahai Allah Wahai Dzat yang Paling Penyayang diantara para penyayang. Semoga rahmat Allah tercurahkan kepada sebaik-baiknya makhluk-Nya, Muhammad, keluarga dan sahabatnya semua, dan segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *