Rumah Panggung Jakarta

Posted on
9 / 100
Rumah Panggung Jakarta

“Kawasan Kampung Melayu kerap kali dilanda banjir setiap tahunnya. Tak ayal membuat permukiman warga terendam. Pemprov DKI Jakarta melalui Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur berkolaborasi dengan berbagai pihak di antaranya Baznas Bazis DKI dan Karya Bakti TNI, menginisiasi Program Bedah Kampung, di kawasan Kampung Melayu,” ungkap Anies melalui Instagramnya @aniesbaswedan.

Pembangunan rumah panggung itu dimaksudkan sebagai solusi menghadapi banjir. “Kita diskusi soal konsep penanganan banjir, upamanya di Kebon Pala, Condet, Kalibata,” kata Riza.Pembangunan ini bukan tampa kritik, Kritik terhadap rencana pembangunan rumah panggung datang dari beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. Mereka menilai proyek yang menggunakan pembiayaan seluruhnya dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), merupakan hal yang tidak efektif menghadapi banjir dan bisa menimbulkan kecemburuan sosial.

Pada prinsipnya, kata Riza Patria, kebijakan ini bukan keputusan Pemerintah DKI atau hanya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Pemerintah mendengarkan pendapat semua pihak dan para ahli. “Dan kami diskusikan dengan DPRD, tidak ada keputusan sepihak, semua bersama DPRD.”

“Rumah warga akan dibangun berlantai tiga. Untuk bagian atasnya dijadikan rumah, lalu bagian bawahnya dibuat model panggung setinggi 3,5 meter untuk usaha dan interaksi sosial. Sebelum lebaran kita targetkan ini sudah selesai,” tambah Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar.

Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi NasDem, Nova Harivan Paloh bingung dengan pembangunan rumah model panggung di lokasi rawan banjir di Kampung Melayu, Jakarta Timur.

Nova juga mempertanyakan efektivitas pembangunan rumah vertikal itu untuk mengatasi banjir.

“Saya juga belum tahu, belum ada tergambar sama saya. Ini kalau nggak salah ini model ya, modelnya baru di Jakarta Timur. Tapi kalau saya pikir lagi, ini Pemprov DKI punya program penataan kampung kumuh kalau nggak salah CAP (Community Action Plan), ada 200 penataan kampung kumuh. Esensinya salah seperti itu. Tapi kembali lagi sekarang ini memang program untuk masalah banjir ini terkait di kiri kanan aliran sungai itu kan adanya pembesaran kali itu kan yang paling utama,” kata Nova kepada wartawan, Minggu (4/4/2021).

Nova mempertanyakan apakah pembangunan rumah panggung dengan kolong 3,5 meter akan efektif untuk menangani banjir. Dia menyebut jika sungai meluap, air tetap akan menggenangi kolong tersebut. “Saya mau sampaikan lagi istilahnya dibuat 3,5 meter (kolong) tersebut apakah antisipasi banjir nantinya itu bakal efektif atau enggak. Kalau misalnya dibuat seperti itu tapi tidak ada tanggul seperti apa, nanti sangat disayangkan airnya akan masuk-masuk juga. Seberapa efektifnya?” kata dia.

Nova menyebut Pemprov DKI belum menjelaskan mengenai pembangunan rumah itu kepada Komisi D DPRD DKI. Komisi D sendiri membidangi masalah pembangunan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *