-->

Taman wisata hutan mangrove Indonesia

    Taman wisata hutan mangrove akan menjadi pilihan bagi wisatawan pecinta alam. Hutan Mangrove selain berfungsi sebagai pencegah abrasi dan pengurangan dampak banjir, ternyata Hutan Mangrove juga bisa menjadi destinasi wisata untuk berlibur.

    Banyak ragam pilihan aktivitas wisata saat berada di Hutan Mangrove ini, sperti menjelajah jembatan kayu, bersantai di gazebo, menikmati kuliner yang ada, serta berfoto ria di beberapa spot yang indah.

    Di Indonesia yang wilayahnya sebagian besar adalah laut, hutan magrove bukanlah hal yang sulit ditemukan. Hutan Mangrove selain untuk menjaga ekosistem pantai, menjaga abrasi air laut, juga bisa di kembangkan untuk wisata. Beberapa Taman wisata hutan mangrove di indonesia akan kami bahas disini.

    4 Taman wisata hutan mangrove Indonesia

    Taman Wisata Alam Angke Kapuk, DKI Jakarta

    Jakarta yang merupakan kota besar dan juga ibu kota, wilayahnya dekat dengan pantai. Hutan magrove pasti tersedia di jakarta, salahsatunya Taman Wisata Alam Angke Kapuk. Taman wisata alam Angke Kapuk secara administratif terletak di kecamatan Kamal Muara, Penjaringan, DKI Jakarta. Taman ini adalah suatu kawasan pelestarian alam yang terus dimanfaatkan dalam bentuk kegiatan wisata alam dan berpusat dalam pengembangan ekowisata.

    Lokasi dan Akses menuju Taman Wisata Alam Angke Kapuk

    Lokasi TWA terletak di Jalan Garden House, Kawasan Pantai Indah Kapuk, Kamal Muara, Jakarta Utara. Dimana lokasi ini dekat sekali dengan perumahan Indah Kapuk. Lokasi TWA ini dibilang cukup strategis sehingga menjadikan kawasan TWA Angke Kapuk selalu ramai dengan pengunjung dari Jakarta maupun dari luar daerah, baik itu di hari libur ataupun hari biasa.

    Untuk sampai ke tempaat ini juga terbilang mudah dijangkau baik menggunakan kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum. Jika kalian menggunakan kendaran umum, kalian bisa menggunakan bus Transjakarta di koridor 12 yang menuju arah Pluit. Kemudian menuju halte penjaringan, setelah itu kalian bisa menggunakan angkutan kota dengan kode B01 jurusan Muara Karang dan berhenti di Pizza Hut Muara Karang. Setelah dari sana, naik angkutan kota lagi dengan kode U11 ke arah Pantai Indah Kapuk untuk mencapai kawasan taman ini. Yang paling mudah pakailah transportasi online.

    Fasilitas di Taman Wisata Alam Angke Kapuk

    Fasilitas di TWA Angke Kapuk cukup lengkap sehingga pengunjung merasa terbantu dan nyaman berada di taman ini. Di wisata alam ini terdapat masjid untuk beribadah bagi para pengunjung, masjid ini sangat menarik karena dibuat dengan model panggung dan berada di atas air. Kawasan wisata ini juga memiliki kantin yang bagus dengan berbagai jenis makanan, harganya juga relatif murah. Kemudian, kawasan ini juga terdapat kandang satwa dan menara pengamat burung untuk melihat satwa-satwa yang ada di area sekitar kawasan wisata, namun untuk menara pengamat burung kurang terjaga dengan baik. Terdapat juga tempat penitipan barang yang bisa sangat membantu dan membuat pengunjung tidak kerepotan membawa barang-barang. Selain itu, terdapat pula aula untuk mengadakan acara dan camping area sebagai tempat menginap pengunjung.

    Biaya di Taman Wisata Alam Angke Kapuk

    Untuk biaya yang harus disiapkan setiap pengunjung berbeda-beda, tergantung dari mana pengunjung tersebut berasal dan apa tujuan mereka berwisata. Saya akan sedikit memaparkan biaya yang harus dikeluarkan saat berkunjung ke TWA Angke Kapuk, namun ini rincian pengeluaran secara keseluruhan.

    1. Biaya masuk untuk pengunjung lokal dan domestik adalah Rp. 25.000 dan wisatawan Mancanegara sebesar Rp. 250.000
    2. Biaya parkir untuk motor Rp. 5000, Mobil Rp.10.000 dan bis sebesar Rp.50.000, parkiran disini cukup luas, jadi tidak perlu khawatir tidak kebagain parkiran
    3. Pengunjung dilarang membawa makanan ke dalam kawasan Taman, hal ini untuk mengatisipasi sampah-sampah dari luar, makanan bisa dititipkan di tempat penitipan pas mau masuk. Terdapat kantin jika pengunjung merasa lapar, harga relatif murah mulai dari Rp.5000-Rp.50.000 tergantung pengeluaran HEHE.
    4. Jika pengunjung tertarik untuk menanam bibit bakau, akan dikenakan biaya Rp. 150.000 untuk sekali tanamnya.
    5. Jika ingin berkeliling hutan mangrove menggunakan boat pengunjung bisa mengeluarkan uang Rp. 350.000 dan muat sampai 8 orang. Selain itu, untuk bermain kano cukup dengan membayar Rp. 50.000 dengan durasi 1jam, dan bermain perahu pengunjung bisa membayar Rp.70.000.
    6. Jika ingin menggunakan kamera Profesional akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp. 1.000.000. Maka jika tidak terlalu penting, kamera hp saja sudah terlihat bagus kok.
    7. Bagi pengunjung yang ingin menginap di TWA Angke Kapuk, pengunjung bisa menyewa rumah tenda di darat Rp. 300.000 per malam, rumah tenda di atas air tanpa AC Rp. 450.000 per malam, dan rumah tenda di atas air dengan AC Rp. 600.000 per malam, dan kalau ada family gathering pengunjung bisa menyewa villa Rp. 1.300.000 – 6.000.000 per malamnya.

    Taman Wisata Hutan Mangrove Klawalu

    Kawasan wisata mangrove dibangun oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2018-2022. “Ini adalah kolaborasi berkelanjutan karena dimulai 2018 dan tahun depan juga sudah dianggarkan. Ini saya canangkan sebagai salah satu spot dari kunjungan delegasi G20 yang akan kami gelar. Sebelum ke Raja Ampat, mereka harus menanam mangrove dulu di sini sebagai bagian dari upaya GERCEP (gerak cepat), GEBER (gerak bersama), dan GASPOL (garap semua potensi lapangan kerja),’’ ujar Mas Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, saat meninjau Taman Wisata Mangrove Klawalu Oktober lalu.

    Taman Wisata Hutan Mangrove Klawalu bisa ditempuh dalam waktu sekitar 17 hingga 30 menit dari Bandara Domine Eduard Osok. Wisatawan yang ingin memasuki kawasan ini cukup membayar biaya retribusi sebesar Rp5.000,- untuk anak-anak dan Rp10.000,- untuk dewasa. Sementara biaya parkir kendaraan roda dua dikenakan tarif sebesar Rp2.000,- dan Rp5.000,- untuk kendaraan roda empat. Sangat terjangkau bukan? Lalu apa saja yang bisa Sobat Pesona lakukan di destinasi wisata satu ini?

    Hutan Mangrove Karimunjawa, Jawa Tengah

    Hutan Mangrove Karimunjawa, Jepara Jawa Tengah. Jalur Tracking Mangrove Karimunjawa rupa dengan dibuat semacam jalur tracking yang terbuat dari jembatan kayu yang disusun rapi dan kuat untuk dilewati pengunjung untuk menjelajah Tracking Mangrove Karimunjawa ini. Jalur tracking yang menjulur jauh mengelilingi hutan mangrove ini terlihat sangat indah sekali. Di tengah-tengah hutan ada menara yang menjulang tinggi yang bisa digunakan untuk melihat keindahan alam Karimunjawa dan juga bisa digunakan untuk spot sunset.

    Pulau Karimunjawa merupakan satu bagian dari 28 pulau gugusan Kepulauan Karimunjawa, di Laut Jawa yang termasuk dalam Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dengan luas daratan ±1.500 hektare dan perairan ±110.000 hektare, Karimunjawa kini dikembangkan menjadi pesona wisata Taman Laut yang mulai banyak digemari wisatawan lokal maupun mancanegara.

    Hutan Mangrove di Karimunjawa sendiri letaknya tidak jauh dari dermaga kapal utama. Jaraknya hanya sekitar 2 Km dan bisa ditempuh dengan sepeda motor atau berjalan kaki. Harga tiketnya dipatok Rp 2.500 untuk turis lokal dan Rp 20.000 untuk turis mancanegara. Bisa dikatakan, harga tiketnya untuk ukuran turis lokal, sangat murah!.Tiket masuk bisa dibeli di loket pintu masuk kawasan hutan Mangrove.

    Hutan bakau (mangrove), ini seluas 10, 5 hektar. Hutan mangrove alam terletak di pulau Karimun Jawa dan pulau Kemojan yang merupakan dua pulau terbesar dari gugus Kepulauan Karimunjawa.

    Transportasi

    Transportasi yang paling umum digunakan ke pulau Karimunjawa adalah melalui jalur laut. Kapal-kapal laut biasa beroperasi dari Pelabuhan Tanjung Mas Semarang dan Pelabuhan Kartini Jepara.

    Dari Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, terdapat KMC Kartini I yaitu kapal motor cepat yang berangkat setiap hari Sabtu dan kembali dari Karimunjawa setiap hari Minggu. Waktu tempuh normal KMC Kartini I ialah kurang lebih 3 jam.

    Sedangkan dari Pelabuhan Kartini Jepara terdapat 3 kapal penyebrangan umum, yaitu kapal cepat Express Bahari Cantika, kapal cepat Express 2C dan kapal fery KMP Muria. Kapal cepat dari Pelabuhan Kartini waktu tempuhnya sekitar 2 jam, sedangkan KMP Muria memerlukan waktu +/- 6 jam pelayaran.

    Perlu diperhatikan bahwa untuk jadwal kapal KMP MURIA dari pelabuhan Jepara tujuan Karimunjawa biasanya berangkat setiap hari selasa, rabu, dan sabtu. Sedangkan untuk kapal cepatnya berangkat setiap hari senin, selasa, jumat, dan sabtu. Jadwal ini bisa berubah sesuai dengan cuaca atau ketinggian ombak di laut jawa. Seandainya terjadi gelombang tinggi maka pihak perhubungan di pelabuhan tidak akan memberikan izin berlayar, dan jadwal keberangkatan kapal akan berubah mengikuti perubahan cuaca. Khusus untuk KMP Muria dari Pelabuhan jepara, bisa untuk mengangkut mobil dan motor untuk diseberangkan ke Karimunjawa.

    Hutan Mangrove Forest Bali

    Setelah hutan bakau berkembang dan menghijau, pemeritah provinsi Bali melihat peluang untuk menjadikan hutan bakau sebagai tempat rekreasi setidaknya pada awalnya di tunjukan untuk masyarakat lokal sekitar.

    Di beberapa tempat di atas jembatan, di sediakan tempat khusus untuk pengunjung agar dapat menikmati suasana hutan bakau. Jika anda bersedia untuk jalan sampai tiba di ujung dari jembatan kayu, maka di sinilah pemandangan terbagus dapat anda lihat. Pemandangan jalan Tol dan birunya laut teluk Benoa sangat jelas terlihat dari ujung jembatan hutan bakau.

    Lokasi Hutan Mangrove Bali

    Letak hutan mangrove Bali sangat dekat jaraknya dengan bandara Ngurah Rai, anda hanya memerlukan waktu 10 menit dari bandara Ngurah Rai. Jika anda berangkat dari tempat wisata Kuta Bali, untuk mencapai lokasi hutan mangrove Bali hanya memerlukan waktu 30 menit perjalanan. Alamat hutan mangrove Bali tepatnya di jalan By pass Ngurah Rai Kuta Bali, sekitar 100 meter dari simpang Dewa Ruci. Untuk memudahkan anda mencari lokasi dari hutan bakau di Bali, kami sarankan anda menggunakan jasa sewa mobil di Bali dengan supir dan bbm.

    Harga Tiket Masuk Mangrove Forest Bali

    Harga tiket masuk ke mangrove forest Bali sewaktu-waktu bisa berubah, cuman ini hanya estimasi bila kalian ingin berwisata ke Hutan Mangrove Forest Bali.

    Tiket Masuk untuk Domestik (WNI)
    • Perorangan Dewasa Rp 10.000 / orang.
    • Rombongan Dewasa Rp 6.000 / orang.
    • Perorangan Anak Rp 3.000 / orang.
    • Rombongan Anak Rp 1.500 / orang.
    • Foto Pre Wedding Rp 500.000
    • Foto Model Rp 750.000
    • Foto Iklan Produk Rp 500.000
    • Shooting Sinetron Rp 1.500.000
    • Shooting Video Klip Rp 1.000.000
    • Kegiatan Penelitian Rp 150.000
    Tiket Masuk untuk Asing (WNA)
    • Perorangan Dewasa Rp 200.000 / orang
    • Rombongan Dewasa Rp 150.000 / orang
    • Perorangan Anak Rp 50.000 / orang
    • Rombongan Anak Rp 25.000 / orang
    • Foto Pre Wedding Rp 1.000.000
    • Foto Model Rp 1.500.000
    • Foto Iklan Produk Rp 1.000.000

    Untuk biaya parkir mobil akan di kenakan biaya sebesar Rp 2,000/mobil. Harga tiket masuk hutan bakau Bali akan berbeda jika anda ingin melakukan foto pre wedding, video shooting di mangrove forest Bali.

    Untuk foto pre wedding dan video shooting, akan di kenakan biaya untuk semua krew dan pasangan pengantin/model. Untuk jam buka mangrove forest Bali dari jam 08:00 – 18:00, waktu Indonesia tengah.

    Itulah sebagian Taman wisata hutan mangrove di Indonesia yang telah berkembang begitu pesat. Hutan-hutan Mangrove itu memang sedang di galakan oleh pemerintah sa’at ini.

    LihatTutupKomentar