-->

Bagaimana contoh surat jual beli rumah diatas materai Yang Benar?

    Membeli rumah berarti mengalihkan kepemilikan sebuah aset atas pengembang ke pihak pembeli. Bagaimana sih contoh surat jual beli rumah diatas materai sehingga berkekuatan secara hukum ?.

    Sa’at proses jual beli rumah, ada surat perjanjian dimana merupakan dokumen legal dan sah di mata hukum. Surat perjanjian jual beli rumah menjadi salah satu dokumen yang dapat menjamin kesepakatan antara penjual dan pembeli.

    Surat perjanjian ini sangat penting, sebab digunakan untuk mengurus berbagai dokumen penting atas rumah, seperti sertifikat rumah. Setidaknya ada beberapa contoh surat jual beli rumah yang bisa diaplikasikan, baik buat perumahan ataupun membeli di area perkampungan.

    Meskipun dibuat dengan sangat sederhana, surat jual beli rumah dapat sangat membantu di masa depan kelak. Nah, kalau kamu tak memakai jasa notaris, inilah beberapa contoh surat jual beli rumah yang dapat kamu tiru disertai dengan template.

    Poin Penting dalam Surat Perjanjian Jual Beli Rumah Diatas Materai

    • Identitas diri masing-masing pihak
    • Informasi properti (tanah dan bangunan)
    • Pengesahan
    • Isi surat perjanjian
    • Materai

    Hal-Hal yang perlu Diperhatikan pada SPJB

    SPJB atau surat perjanjian jual beli walaupun bentuknya simpel dan sederhana tapi mempunyai kekuatan hukum yang mengikat kalau dibuat dengan benar. Nah, terdapat beberapa point yang perlu diperhatikan saat membikin surat perjanjian jual beli rumah supaya kedepannya memiliki keabsahan hukum.

    1. Nama dan Identitas Jelas Kedua Belah Pihak
      Nama dan identitas mesti jelas sesuai dengan dokumen yang legal seperti KTP. hal itu menunjukkan bahwa telah berlaku pembelian rumah yang sah antara kedua belah pihak. Jika nama dan identitas dibuat tak sebenarnya, atau memakai nama panggilan, maka akan berdampak hukum atas surat jual beli tak berlaku. bagi penulisan pihak pertama ialah penjual, sedangkan pihak kedua adalah pembeli.
    2. Identitas Rumah
      Identitas rumah adalah seluruh detail yang berhubungan dengan rumah yang diperjualbelikan. Identitas rumah ini wajib terperinci seperti alamat, luas bangunan, nomor sertifikat, luas tanah, juga properti yang terdapat di dalamnya. Semua harus dijelaskan secara rinci sebagai lampiran untuk kenyamanan bersama di masa mendatang.
    3. Tanda Tangan dan Pengesahan Materai
      Materai dan tanda tangan di akhir surat menunjukkan kesepakatan yang telah disetujui kedua belah pihak memiliki hukum yang kuat. Nama dan tanda tangan wajib sesuai dengan yang tertera pada kartu identitas pihak pertama dan juga kedua. tak cuma itu, terdapat pula tanda tangan saksi yang menyaksikan proses pelimpahan jual beli rumah sebagai bukti bahwa telah terjadi proses jual beli.
    4. Isi Surat Perjanjian Serta Pasalnya
      Dalam surat perjanjian jual beli rumah, harus terdapat sejumlah hal penting disertai dengan pasal-pasal yang dibuat terperinci. Kesepakatan ini tentu akan menguntungkan pihak pertama dan kedua. akan tetapi, perlu diperhatikan, jika salah satu pihak tidak setuju maka bisa saja kesepakatan dirubah berdasarkan keinginan keduanya. inilah beberapa hal yang harus di lampirkan dalam isi surat:
    • Harga yang meliputi harga tanah yang dijual, banguna , dan jumlah keseluruhan keduanya.
    • Cara pembayaran yang dijalankan, baik berupa cicilan, cash, ataupun KPR.
    • Uang DP atau tanda jadi diperlukan sebagai bukti bahwa penjualan telah dilaksanakan.
    • Jaminan oleh pihak pertama, bahwasannya rumah tersebut betul-betul milik yang bersangkutan.
    • setidaknya ada dua saksi dalam surat perjanjian.
    • pelimpahan status kepemilikan yang berisi kapan dilakukannya penyerahan rumah, sertifikat beserta kuncinya.
    • Biaya balik nama kepemilikan yang akan ditangguhkan pada pihak kedua dan pengurusannya oleh pihak pertama.
    • Penyerahan pembayaran iuran, pajak dan pungutan yang masih dibebankan kepada pihak pertama.
    • Menetapkan masa berlaku perjanjian dan hal-hal lain yang di inginkan oleh kedua belah pihak.

    Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Rumah DiAtas Materai

    Di bawah ini ada contoh penggunaan surat perjanjian jual beli rumah diatas materai yang simpel dan sederhana, surat ini dapat kamu pakai saat akan membeli ataupun over kredit rumah dan tanah. harus diperhatikan jika ingin membuat surat perjanjian sendiri, ada baiknya selalu cek kembali seluruh data yang telah ditulis.

    1. Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Rumah Tunai Secara Umum

    Surat Perjanjian Jual Beli Rumah

    Kami yang bertanda tangan di bawah ini:

    Nama : ………………………………………………
    Tempat, Tgl Lahir : ………………………………………………
    Pekerjaan : ………………………………………………
    Alamat : ………………………………………………
    Nomor KTP : ………………………………………………

    Dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutnya disebut sebagai Pihak Pertama (Penjual).

    Nama : ………………………………………………
    Tempat, Tgl Lahir : ………………………………………………
    Pekerjaan : ………………………………………………
    Alamat : ………………………………………………
    Nomor KTP : ………………………………………………
    Dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutnya disebut sebagai Pihak Kedua (Pembeli).

    Pada hari ini ………… tanggal ………… (…………) bulan …………Tahun ……… , Pihak Pertama telah melepas sebidang tanah seluas ………… meter persegi beserta sebuah bangunan berukuran ………… meter persegi yang terletak di atas tanah tersebut dalam nomor sertifikat …………………… yang berlokasi di alamat lengkap …………………………………… kepada Pihak Kedua dengan harga tunai …………. Pembayaran dilakukan di hadapan saksi-saksi dengan tunai.

    Adapun batas-batas penghuni rumah dari Pihak Kedua adalah sebagai berikut:

    – Sebelah Barat berbatasan dengan : ………………………………

    – Sebelah Timur berbatasan dengan : ………………………………

    – Sebelah Utara berbatasan dengan : ………………………………

    – Sebelah Selatan berbatasan dengan: ………………………………

    PASAL 1

    Harga

    Jual beli rumah dan tanah dilakukan dan disetujui oleh masing-masing pihak dengan ketentuan sebagai berikut:

    Harga tanah per meter persegi Rp ……………………, sehingga keseluruhan harga tanah adalah Rp ……………………. .
    Harga bangunan rumah Rp …………………… .
    Harga keseluruhan tanah dan rumah adalah Rp …………………… .
    PASAL 2

    Cara Pembayaran

    Pihak Kedua akan membayar kepada Pihak Pertama atas tanah dan bangunan rumah dengan pembayaran tunai yang dibeli sebesar Rp …………………… .

    Pada waktu pelaksanaan jual beli tanah, baik Pihak Pertama, Pihak Kedua dan Saksi menyatakan dalam kondisi yang sadar, sehat secara jasmani dan rohani, tanpa adanya paksaan dan tekanan dari pihak manapun.

    Hal-hal yang belum tercantum dalam perjanjian ini pun akan diselesaikan secara kekeluargaan melalui jalan musyawarah oleh kedua belah pihak.

    Demikianlah surat perjanjian jual beli rumah dibuat dan disepakati oleh Pihak Pertama, Pihak Kedua dan Saksi-saksi.

    Apabila terjadi kesalahan administrasi maka akta jual beli ini dapat diperbaiki dan diselesaikan atas persetujuan masing-masing pihak.

    ………………,………… 2021

    PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA

    (…………………………………………) (…………………………………………)

    SAKSI I SAKSI II

    (…………………………………………) (…………………………………………)

    2. Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Rumah Bertahap

    Surat Perjanjian Jual Beli Rumah

    Yang bertanda tangan di bawah ini, saya :

    Nama :

    Umur :

    Pekerjaan :

    Alamat saat ini :

    Untuk selanjutnya disebut sebagai Pihak Pertama atau Pihak Penjual

    Nama :

    Umur :

    Pekerjaan :

    Alamat saat ini :

    Untuk selanjutnya disebut sebagai Pihak Kedua atau Pihak Pembeli

    Pada tanggal xx bulan xx tahun xxxx Pihak Pertama telah menjual, rumah type 70 m2 Perumahan Citragarden Lampung beserta dengan luas tanah 150 m2 yang terletak diatas tanah tersebut kepada Pihak Kedua dengan harga uang muka tunai Rp30.000.000,00 (tiga puluh juta rupiah). Selanjutnya Pihak Kedua nantinya harus melanjutkan pembayaran dengan uang sendiri secara kredit untuk setiap bulannya sampai dinyatakan lunas.

    Adapun rincian tanah sebagai berikut :

    Lebar :

    Panjang ke belakang :

    Adapun batas-batas tanah tersebut adalah sebagai berikut :

    Sebelah barat :

    Sebelah timur :

    Sebelah utara :

    Sebelah selatan :

    Maka, sejak tanggal xx bulan xx tahun xxxx tanah dan bangunan tersebut di atas telah menjadi hak milik Pihak Kedua. Pada waktu pelaksanaan jual beli tanah tersebut baik Pihak Pertama (Pihak Penjual) maupun Pihak Kedua (Pihak Pembeli) juga saksi-saksi semuanya menyatakan satu sama lain dalam keadaan sehat, baik jasmani maupun rohani.

    Demikianlah Surat Perjanjian ini dibuat pada hari dan tanggal yang disebut pada awal perjanjian ini di mengerti oleh Pihak Pertama, Pihak Kedua, dan saksi-saksi. Maka ditandatangani lah sebagai permulaan saat pemindahan hak milik Pihak Pertama kepada Pihak Kedua.

    Bandar Lampung, xx xx xxxx

    Pihak I (Penjual) Pihak II (Pembeli)

    Nama Lengkap Pihak I Nama Lengkap Pihak II

    Saksi-Saksi

    Saksi I Saksi II Saksi III

    Nama nama nama

    Itulah contoh surat jual beli rumah diatas materai yang bisa kalian pakai. Semoga contoh di atas dapat membantu kalian.

    LihatTutupKomentar